0813-6889-3303 kejari_tebo@yahoo.co.id

KAJATI JAMBI MERESMIKAN PUSAT INFORMASI SUKU ANAK DALAM DI DESA MUARA KILIS KECAMATAN TENGAH ILIR KABUPATEN TEBO

Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Hj. ANDI NURWINAH, SH.,MH., pada Hari Rabu tanggal 10 April 2019 jam 10.00 Wib Bertempat di Pemukiman Suku Anak Dalam Sungai Dahan Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, meresmikan bangunan Pusat Informasi Suku Anak Dalam yang dibangun dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI 1946 sebesar Rp. 250.000.000.- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan dua 2 (dua) unit kamar kecil / toilet yang dibangun dengan biaya dari bantuan dari PT. Wijaya Karya (PT. WIKA Jakarta) sebesar Rp. 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah).
Selain acara peresmian Gedung Pusat Informasi Suku Anak Dalam pada saat yang sama juga dilakukan Pembukaan Community Service Peserta Sesdilu Angkatan 63 Tahun 2019, Kementerian Luar Negeri RI sebanyak 30 (tiga puluh) orang Diplomat oleh Direktur Sekolah Diklat Luar Negeri (SESDILU) Kementerian Luar Negeri Repuplik Indonesia Dr. M. AJI SURYA.
Acara dibuka dengan sambutan Bupati Tebo H. SUKANDAR, SKom.MSi., yang pada pkoknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi untuk program pembangunan Kesadaran Hukum Masyarakat Adat Tertinggal Suku Anak Dalam “Jaksa Masuk Rimba” yang telah membawa donatur dan perusahaan Negara untuk menyalurkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk pengembangan dan pemberdayaan Suku Anak Dalam. Permasalahan Suku Anak Dalam adalah permasalahan kita bersama, sehingga kita harus bersinergi dan bekerja sama untuk menyelesikannya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Hj. ANDI NURWINAH, SH.,MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Keberadaan masyarakat adat diakui dalam Pasal 18 B ayat 92) UUD 1945 : “Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat Hukum Adat beserta hak hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip-prinsip Negara Kesatuan republic Indonesia. secara Internasional / global semua Negara juga terikat dengan komitmen Deklarasi PBB tanggal 13 September 2007 tentang Hak Hak Masyarakat Adat / Asli (United Nation Declaration on The Rights of Indigenous Peoples) yang mengamanatkan bahwa masyarakat Adat memiliki hak yang sama terkait penghidupan, pendidikan, mempertahankan identitas dan bebas dari segala bentuk diskrimanasi.
Melalui Program Jaksa Masuk Rimba dan Yayasan Orang Rimbo Kito, Kejaksaan mencoba menampilkan sisi lain persepsi masyarakat bahwa Jaksa itu Kejam dan tidak ramah yang pekerjaannya mencari cari kesalahan dan menuntut orang, menjadi jaksa yang humanis dan peduli terhadap nasib orang rimba (Suku Anak Dalam) melalui pendekatan yang menyeluruh / komprenhensif baik pendekatan ekonomi, kesehatan, pendidikan maupun keagamaan dalam membangun kesadaran hokum masyarakat.
Program Jaksa Masuk Rimba tidak an sich membangun kesadaran hokum masyarakat melalui penyuluhan / sosialisasi hukum saja tetapi melalui kerja sama dengan pihak lain Kejaksaan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Program Jaksa Masuk Rimba yang sudah dilakukan dan akan terus dilakukan ke depan antara lain : santunan, bantuan pengobatan / pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman bibit tanaman produksi, bantuan buku bacaan / literature, pengoperasian Mobil PINTAR (Perpustakaan. INformasi, Transformasi, Anak Rimba), beasiswa S.l di universitas Budi luhur melalui Beasiswa Nusantara serta menginisiasi KKN Thematik di lokasi Suku Anak Dalam (SAD) dan melakukan studi yang mendalam (penelitian) terhadap Suku Anak Dalam.
Pembangunan, kemajuan di berbagai bidang dan peningkatan kesejahteraan orang rimbo (Suku Anak Dalam) terus menerus ditingkatkan. Sinergi dan kerjasama antara pemerintah, swasta, Kampus / Akademisi dan para aktivis / penggiat Hak hak Dasar orang rimbo (Suku Anak Dalam) terus dilakukan guna mengejar ketertinggalan, akan tetapi publikasi dan dokumentasi terhadap hal tersebut masih minim dilakukan. Sehingga seolah olah orang rimba (Suku Anak Dalam) menjadi marjinal dan terpinggirkan bahkan tertutup dari dunia luar.
Kejaksaan Tinggi Jambi melalui program Jaksa Masuk Rimba dengan didukung penuh oleh Bank BNI 1946 melalui program BUMN Untuk Negeri mencoba menginisiasi untuk membuat wadah untuk mengumpulkan semua informasi tentang orang rimbo (Suku Anak Dalam) berupa dokumen, benda benda bersejarah, foto – foto kegiatan, atau apapun yang dapat digunakan sebagai bukti sejarah terhadap eksistensi orang rimbo (Suku Anak Dalam) dengan membangun Pusat Informasi Suku Anak Dalam di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, atau dengan bahasa sederhana Pusat Informasi Suku Anak Dalam merupakan mini museum terkait orang rimba. Seluruh Biaya Pembangunan ditanggung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI 1946 sebesar Rp. 250.000.000.- (dua ratus lima puluh jura rupiah) Dan pembangunan kamar kecil / toilet sebersar Rp. 50.000.000.- ditanggung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Wijaya Karya.
Pada masa yang akan datang Pusat Informasi Suku Anak Dalam ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber rujukan bagi setiap orang yang ingin mempelajari atau mencari informasi tentang suku anak dalam di Propinsi Jambi khususnya di Kabupten Tebo. Selain itu Lantai Dua Bangunan Pusat Informasi Suku Anak Dalam ini dapat digunakan bagi para pendamping maupun wisatawan untuk tempat singgah bahkan tempat menginap / Akomodasi yang berkunjung ke pemukiman Suku Anak Dalam di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo.
Dalam kesempatan yang baik ini perkenanakanlah saya menyampaikan terima Kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada PT. Bank BNI 1946 Tbk, PT. Wijaya Karya, Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tebo, Yayasan Orang Rimbo Kito dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya program proram Jaksa Masuk Rimba Kejati Jambi. Ke depan saya juga berharap agar dukungan, partisipasi dan bantuan semua pihak dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan karena pembangunan dan peningkatan kesejahteraan orang rimba (Suku Anak Dalam) menjadi tanggung jawab kita bersama.
Sementara Direktur Sekolah Diklat Luar Negeri (SESDILU) Kementerian Luar Negeri Repuplik Indonesia Dr. M. AJI SURYA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada komunitas Adat Tertinggal Suku Anak Dalam Sungai Dahan Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo karena para Diplomat bisa belajar dari kearifan lokal terkait kelestarian Sumber Daya Alam, terkait kelestarian lingkungan dan sebagainya yang dapat menjadi referensi dalam melaksanakan tugas di Negara lain.
Upacara diakhiri dengan penanda – tanganan prasasti dan Berita Acara serah terima bangunan dari pihak BNI 1946 kepada Kejaksaan Negeri Tebo dilanjutkan dari Kejaksaan Negeri Tebo kepada Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dan pemberian santunan / bantuan kepada suku Anak Dalam dari Pihak kejaksaan dan peserta Sekolah Pendidikan Luar Negeri (Sesdilu) Kementerian Luar Negeri RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *