0813-6889-3303 kejari_tebo@yahoo.co.id

KEJAKSAAN NEGERI TEBO MEWAKILI KEJAKSAAN TINGGI JAMBI

Dunia pada saat ini sedang memasuki VUCA yaitu Volatility (keriangan), Uncertainty (Ketidakpastian), Complexity (kompleksitas) dan Ambiiguity (ambigu/mendua). Sehingga menimbulkan disruptive (gangguan) sebagai dampak dari Revolusi Industri 4.1 yang ditandai dengan penggunaan internet di semua aspek kehidupan, kecerdasan buatan (artificial intelligent), realitas Virtual (virtual reality), penggunaan robot tingkat advance (advance robotic), pembelajaran dengan menggunakan mesin (machine learning), komputasi awan (Cloud computing) dan system keuangan digital . Pengaruh Industri 4.0 menimbulkan dampak diberbagai bidang seperti ekonomi , social, kesehatan, kebudayaan dan bussines proses.

CHARLES DARWIN Bapak Teori Evolusi pernah berkata : “Bukan spesies yang paling kuat, juga bukan spesies yang paling pintar yang mampu bertahan hidup. Spesies yang mampu bertahan hidup adalah spesies yang paling dapat beradaptasi dengan perubahan” (It is Not the Strongest of the species that survives, Nor the most intelligent that survives. It is the One of the most adaptable to change (Charles Darwin))

Organisasi masa depan harus mampu bereaksi terhadap rangsangan dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Organisasi masa depan mempunyai ciri – ciri : distribusi global dengan tim tim yang lebih kecil (Globally distributed with smaller teams, terkoneksi dengan kekuatan kerja (connected workforce), intrapreneurial (bersifat kewirausahaan), beroperasi seperti perusahaan kecil (operates like a small company), focus kepada yang dinginkan sesuai kebutuhan (focuses on want instead of need), beradaptasi dengan cepat dengan perubahan ( adapts to change faster), inovasi dimana mana (Inovation anywhere), penggunaan cloud (Run in Cloud), lebih banyak peran senior manajer perempuan (more women in senior management roles), struktur lebih flat (flatter structure), menceritakan soti (Tells stories), pelajaran untuk ber demokrasi (democratizes learning), bergerak dari keuntungan menuju ke kesejahteraan (shift from profit to prosperity), menyesuaikan diri dengan pekerja Dan menajer masa depan (Adapt to future employee and manager).

Tingginya tuntutan masyarakat akan terwujudnya birokrasi yang transparan, akuntabilitas, bebas dari Korupsi dan Nepotisme (KKN) untuk menyongsong revolusi industri 4.0 dan era disruptive mengakibatkan reformasi birokrasi merupakan suatu keniscayaan bagi Institusi Kejaksaan. Reformasi birokrasi merupakan langkah awal untuk melakukan penataan secara cepat, tepat dan profesional. Untuk itu Kejaksaan Negeri Tebo bertekad membangun Zona Integritas mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM) 2019.

Pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2019, jam 10.00 wib bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Tebo dilakukan Penanda-tanganan Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) stake holder internal yaitu antara Kepala Kejaksaan Negeri Tebo dengan para Kasi Dan Kasubagbin serta stake holder eksternal yaitu antara Kepala Kejaksaan Negeri Tebo dengan Kepala Kepolisian Resort Tebo AKBP ZAINAL ARRAHMAN, SIK., Ketua Pengadilan Negeri Tebo RICKY FERDINAND, SH., Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Muara Tebo AKHMAD HARDI, BcIP., SH., MH., Kepala Balai Pemasyarakatan Tebo FARID WALDI, SH.,MSi yang tergabung dalam Sistem Peradilan Pidana Terpadu (criminal Justice System) ditambah Bupati Tebo H. SUKANDAR, SKom.,MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo Drs. TEGUH ARHADI, MM untuk menegakan hukum Peraturan Daerah (PERDA).

Kejaksaan Negeri Tebo bersama sama dengan Kejaksaan Negeri Batanghari, Kejaksaan Negeri Merangin, Kejaksaan Negeri Muaro Jambi dan Kejaksaan Negeri Jambi mewakili Kejaksaan Tinggi Jambi untuk mendapatkan Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kejaksaan Negeri Tebo dinilai paling siap untuk berkompetisi mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tersebut karena terlihat banyak perubahan dalam berbagai bidang terkait inovasi pelayanan public, fasilitas untuk kaum difabel seperti jalur difabel dan kamar kecil untuk difabel, ruang tamu, rauang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Dan sebagainya.

Upaya yang dilakukan Kejaksaan Negeri Tebo untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) meliputi perubaahan pola pikir (mindset) terhadap Birokrasi Kejaksaan Negeri tebo dari Birokrasi dilayani menjadi Birokrasi melayani. Selain itu juga dilakukan perubahan budaya kerja (culture set) terhadap Birokrasi Kejaksaan Negeri Tebo dari Budaya kerja yang asal asalan menjadi budaya kerja yang terukur. Serta melakukan perubahan di business proses Birokrasi kejaksaan Negeri Tebo dari proses secara manual menjadi elektronik (elektronik office).

Zona Integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan Dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kejaksaan Negeri Tebo terus menerus melakukan pembenahan dan perbaikan pada enam area perubahan : manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan kualitas pelayanan publik .

1. Manajemen Perubahan
Adalah upaya mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir (mind set), serta budaya kerja (culture set) individu pada unit kerja Kejaksaan Negeri Tebo, menjadi lebih baik menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/ WBBM). Upaya – Upaya yang telah Dan akan dilakukan antara lain :

a. Sosialisasi dan Internalisasi pembangunan Zona Integriotas menuju WBK / WBBM kepada
para kasi/ kasubagbin, Jaksa Fungsional dan seluruh Karyawan serta honorer kejaksaan Negeri
Tebo.
b. Melakukan penanda-tanganan komitmen bersama untuk pembangunan WBK/WBBM

c. Monev

2. Penataan Tata Laksana
Merupakan upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur di Unit Kerja Kejaksaan Negeri Tebo Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/ WBBM). Upaya – Upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan antara lain :

a. Penerapan Elektronik Office (E-Office) untuk mempercepat proses pelaksanaan tugas dan
fungsi unit pelayanan pada Kejaksaan Negeri Tebo
b. Penerapan Administrasi terhadap barang bukti dengan system Barcode.

c. Aplikasi pelayanan public berupa konsultasi hukum, berbasis Android “HALO JAKSA”

d. Aplikasi pelayanan public berbasis website www.kejari-tebo.go.id “LIVE CHAT” ;

e. Aplikasi pelayanan public Jadual Sidang on line

3. Penataan Sistem Manajemen

Adalah upaya meningkatkan kualitas implementasi sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan terwujudnya profesionalisme Sumber Daya Manusia aparatur pada Unit Kerja Kejaksaan Negeri Tebo Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/ WBBM). Upaya yang telah Dan akan dilakukan antara lain :

a. Penerapan Daftar hadir berbasis “finger print”

b. Apel, senam pagi, siraman rokhani, pemeriksaan kesehatan, FGD, DInamika Kelompok

c. Manajemen barang bukti dalam proses persidangan melaui system Barcode.

d. Layanan Jadual sidang perkara Tindak Pidana Umum dan tilang secara on-line yang dpat
diakses melalui android.

4. Penguatan Pengawasan

Merupakan upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN pada Unit Kerja Kejaksaan Negeri Tebo menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/ WBBM). Upaya yang sudah dan akan dilaksanakan antara lain :

a. Pengendalian gratifikasi dengan membatasi akses pertemuan dengan penyidik, dan masyarakat

b. Pegoperasian CCTV untuk mengawasi para kinerja Unit Kerja dan pertemuan dengan Pihak
Ketiga (Penyidik, saksi Dan masyarakat Umum) ;
c. Membuka layanan pengaduan masyarakat melalui layanan Android, Live Chat

5. Penguatan Akuntabilitas kinerja
Adalah upaya untuk Meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja unit kerja Kejaksaan Negeri Tebo menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/ WBBM). Upaya yang sudah Dan akan dilakukan antara lain :

a. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja unit kerja pada Kejaksaan Negeri Tebo

b. Memberikan punishment and rewards untuk para Karyawan Kejaksaan Negeri Tebo yang
berprestasi dan memberikan punishment untuk karyawan Kejaksaan Negeri Tebo yang
melakukan pelanggaran.

6. Peningkatan Pelayanan Publik.

Merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik pada masing-masing unit Kerja Kejaksaan Negeri Tebo secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Upaya yang sudah dan akan dilakukan antara lain :

a. Menyediakan ruang menyusui (Nursery)
b. Menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas / difabel seperti Tempat parker Dan kamar
kecil untuk Difabel
c. Pembangunan kesadaran masyarakat adat terpencil Suku Anak Dalam (SAD) melalui Program
Jaksa Masuk Rimba.
d. Menumbuhkan budaya literasi pada masyarakat adat Terpencil Suku Anak Dalam (SAD) dengan
membuat dan mengoperasikan Mobil PINTAR (Perpustakaan, Informasi, Transformasi Anak
Rimba)
e. Mengoperasikan Mobil Layanan Antar Barang Bukti untuk perkara yang sudah berkekuatan
hukum tetap.
f. Mobil Penyuluhan Hukum Masyarakat untuk menjangkau masyaraakaat yang jauh dan terpencil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *