Rapat Koordinasi Tim Pakem Kabupaten Tebo pada hari Senin tanggal 12 September 2022 bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Tebo

SHARE
    • Bahwa pada hari Senin tanggal 12 September 2022 sekira pukul 10.00 Wib s/d selesai bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Tebo telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pakem Kabupaten Tebo;
    • Bahwa Rapat Koordinasi Tim Pakem Kabupaten Tebo dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tebo Dinar Krispiaji, S.H.,M.H selaku ketua Tim PAKEM dihadiri oleh PJ. Bupati Tebo H. Aspan, ST, Kapolres Tebo yang diwakili Kasat Binmas  Sutikno, Dandim 0416/BUTE yang diwakili Danramil 41605/Muara Tebo Kapten Inf T. Marpaung, Kakan Kesbangpol Sugiyarto, Dinas Pendidikan yang diwakili Poniman, Posda Bin Tebo Ade. A.P, Kemenag yang diwakili Taupik Hidayah, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tebo Ari Chandra Pratama, S.H, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tebo Sefri Hendra, S.H, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Tebo Dicky Wirawan, S.H, Kasat Intelkam yang diwakili P. Sinaga, Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Tebo Rara Anggaraini, S.H, Kasubsi Penuntutan dan Eksekusi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tebo Hari Anggara, S.H dan Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Tebo Rika Bahri, S.H;
    • Bahwa selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Tebo menyampaikan yang pada intinya bahwa pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru sangat sering terjadi halhal yang dapat menyebabkan konflik antar umat beragama dan hal tersebut sudah menjadi tangungjawab bagi Tim Pakem Kabupaten Tebo untuk dapat mendeteksi dini agar hal tersebut tidak terjadi dan pada saat ini ada 3 (tiga) aliran yang ada di Kabupaten Tebo :
          1. Majelis Tafsir Al-Qur'an di Kecamatan Rimbo Bujang;
          2. Magrifat Tassawuf Azzuhkruf di Kecamatan VII Koto;
          3. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kecamatan Rimbo Bujang.
    • Bahwa selanjutnya PJ. Bupati Tebo H. Aspan, St yang pada intinya menyampaikan bahwa Pemkab Kabupaten Tebo siap mendukung kegiatan aliran kepercayaan masyarakat pakem dan Pemkab Kabupaten Tebo siap apabila dibutuhkan sesuai dengan aturan kewenanganyang dimiliki demi menjaga keamanan dan ketentraman di Kabupaten Tebo;
    • Bahwa selanjutnya Ketua MUI Kabupaten Tebo K.H. Ahmad Rifa'i yang pada intinya menyampaikan bahwa Tim Pakem Kabupaten Tebo mempunyai tugas yang berat pada saat mendekati akhir tahun, serta untuk 3 (aliran) tersebut :
      1. Pada saat ini apakah Majelis Tafsir Al-Qur'an sudah termasuk sebagai ormas atau lembaga pendidikan;
      2. Magrifat Tassawuf Azzuhkruf bahwa aliran tersebut sudah keluar fatwanya dan aliran tersebut sesat dan sudah dibubarkan namun tetap dilakukan pemantauan guna deteksi dini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan;
      3. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sudah terdaftar di Kemenkumham dan di Kesbangpol Kabupaten Tebo.
    • Selain itu, pada rapat Tim PAKEM sebelumnya di tahun 2021 sudah dibahas mengenain aliran Salafi, pada saat ini aliran salafi sudah meresahkan bagi masyarakat karena apa yang dilakukan oleh masyarakat dianggap bid'ah seperti Yasinan dan Tahlillan, dan di Kecamatan Rimbo Ilir pengikut aliran salafi sudah membangun masjid bahkan sudah ada yang membangun Pondok Pesantren dan hal tersebut dikhawatirkan dapat menganggu stabilitas ditengahtengah masyarakat;
    • Bahwa Kakan Kesbangpol Sugiyarto yang pada intinya menyampaikan bahwa Majelis Tafsir AlQur'an Kabupaten Tebo belum mendaftar kelembaga atau ke Kesbangpol Kabupaten Tebo, dan Kesbangpol Kabupaten Tebo pernah melakukan pendekatan dan pendalaman namun selalu gagal dikarenakan Majelis Tafsir Al-Qur'an sangat tertutup dan sampai saat ini belum mendapatkan informasi terkait Majelis Tafsir Al-Qur'an di Kabupaten Tebo, selanjutnya Lembaga Dakwah Islam Indonesia sudah terdaftar di pusat maupun di Kesbangpol Kabupaten Tebo serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia apabila akan melakukan kegiatan selalu melakukan komunikasi dengan Pihak Kesbangpol, bahwa saat ini aliran Salafi yang sudah meresahkan masyarakat;
      • Bahwa selanjutnya Danramil 41605/Muara Tebo Kapten Inf T. Marpaung yang pada intinya menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak gejolak ditengah masyarakat, dan untuk kegiatan aliran salafi di Kecamatan Pemayungan mereka sedikit tertutup;
      • Bahwa selanjutnya Kasat Binmas  Sutikno bahwa Polres Tebo tetap mendukung kegiatan Tim Pakem Kabupaten Tebo;
      • Bahwa selanjutnya Binda Kabupaten Tebo Ade.A.P yang pada intinya menyampaikan bahwa kitapkitap salafi berasal dari pustaka Ibnu safir dan pustaka griya ilmu, serta terkait aliran salafi upaya yang hanya bisa dilakukan dengan upaya preventif dan untuk saksi-saksi yehua sejak tahun 2019 tidak ada lagi melakukan penyimpangan dan saat ini hanya fokus dalam ibadah;
      • Bahwa selanjutnya Kemenag yang diwakili Taupik Hidayah yang pada intinya menyampaikan Kemenag Kabupaten Tebo telah menguruskan penyuluh yang tersebar di Kabupaten Tebo untuk mengantisipasi terjadi gejolak ataupun konflik ditengah masyarakat;
      • Bahwa adapun kesimpulan dari rakor Tim PAKEM adalah sebagai berikut :
        1. Magrifat Tassawuf Azzukruf telah dibubarkan dan dinyatakan sesat sejak tahun 2017 dan sampai saat ini tidak adalagi kegiatan;
        2. Adanya aliran salafi khusus untuk Jajaran Intelijen Kejaksaan Negeri Tebo untuk mengumpulkan semua data dan informasi terkait aliran salafi;
        3. Adanya pembangunan tempat ibadah dan terkait perizinan pendirian rumah ibadah;
        4. Majelis Tafsir Al-Qur'an belum terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Tebo, meskipun dipusat terdaftar sebagai yayasan;
        5. Adanya saksi-saksi yehua belum mengkhawatirkan namun harus dilakukan deteksi dan antisipasi sejak dini.
      • Bahwa Rapat Koordinasi Tim Pakem Kabupaten Tebo selesai sekira pukul 13.00 Wib berjalan dengan aman, lancar dan tertib.