0813-6889-3303 kejari_tebo@yahoo.co.id

Demografi Wilayah

KONDISI GEOGRAFIS DAERAH HUKUM

KEJAKSAAN NEGERI TEBO

1. SEJARAH KABUPATEN TEBO

Kabupaten Tebo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia yang  berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Bungo Tebo, tanggal 12 Oktober 1999.

Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi melalui suratnya kepada Bupati Bungo Tebo  Nomor 135/2465/Pem Tahun 1999 memprogramkan Rencana Pemekaran Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II. Atas  Surat Gubernur Jambi tersebut  kemudian ditindaklanjuti oleh Bupati Bungo Tebo, Drs. H. Sofian Ali, dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bungo Tebo Nomor 669 Tahun 1999 tentang Tim Pelaksanaan Penerapan Pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo. Hal yang sama didukung pula oleh DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bungo Tebo Nomor 170/271/1999 tanggal 21 Mei 1999.

Kemudian berdasarkan Undang –Undang  Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro jambi dan  Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor : 182), Kabupaten Tebo resmi terbentuk.

Kabupaten Tebo berada pada posisi bagian barat Provinsi Jambi tepatnya terletak diantara  titik koordinat 0º 52’ 32” - 01º 54’ 50” LS dan 101º 48’ 57” - 102º 49’ 17” BT, Kabupaten Tebo dipengaruhi oleh iklim tropis dan wilayah dan berada pada ketinggian antara 50 - 1.000 mdpl.

Luas wilayah Kabupaten Tebo yaitu 646.100 Ha atau 11,86% dari luas wilayah Provinsi Jambi, yang  terdiri dari 12 kecamatan, 107 desa dan 5 kelurahan. Luas kecamatan terbesar adalah Kecamatan Sumay seluas 129.695,95 Ha atau 20,1% dari luas wilayah seluruh Kabupaten Tebo. Secara administrasi Kabupaten Tebo memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara   :   Kabupaten Indragiri Hulu (Provinsi Riau)
Sebelah Selatan :   Kabupaten Merangin dan  Kabupaten Bungo
Sebelah Barat    :   Kabupaten Bungo dan Kab. Damasaraya (Prov. Sumbar)
Sebelah Timur   :   Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kab. Batanghari

Kabupaten  Tebo secara wilayah administratif terdiri dari 12 kecamatan, 5 kelurahan, dan 107 desa. Adapun dua belas  kecamatan yang termasuk dalam Wilayah Hukum Kabupaten Tebo  adalah sebagai berikut :

  1. Tebo Tengahyang beribukota di Muara Tebo
  2. Rimbo Bujangyang beribukota di Wiroto Agung
  3. Rimbo Iliryang beribukota di Karang Dadi
  4. Rimbo Uluyang beribukota di Suka Damai
  5. VII Kotoyang beribukota di Sungai Abang
  6. VII Koto Iliryang beribukota di Balai Rajo
  7. Sumayyang beribukota di Teluk Singkawang
  8. Serai Serumpunyang beribukota di Sekutur Jaya
  9. Tengah Iliryang beribukota di Mengupeh
  10. Tebo Uluyang beribukota di Pulau Temiang
  11. Tebo Iliryang beribukota di Sungai Bengkal

Muara Tabir yang beribukota di Pintas Tuo

Topografi Kabupaten Tebo umumnya merupakan dataran rendah dan sedikit berbukit dan rawa-rawa dengan kemiringan bervariasi. Adapun luas lahan berdasarkan kemiringannya yaitu kemiringan 0-2% seluas 66.400 Ha (10,28%), kemiringan 2-15% seluas 456.800 Ha (70.70%), kemiringan 16-40% seluas 80.000 Ha (16,38%) dan dengan kemiringan 40% seluas 42.900 Ha (6,64%),Berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan kawasan Kabupaten Tebo dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu daerah dataran rendah dengan ketinggian < 50 M di Kec. Tebo Ilir, dataran rendah dengan  ketinggian 50 – 100 meter di Kecamatan Tebo Tengah dan Rimbo Bujang. Daerah tinggi dengan ketinggian sedang di antara 100 – 1000 M di Kecamatan Sumay.

Berdasarkan keadaan alam, Wilayah Kabupaten Tebo, merupakan wilayah relatif datar dengan sedikit bergelombang dan terdapat sedikit wilayah yang berbukit-bukit dan beberapa tempat terdapat rawa. Wilayah dataran terdapat di sebahagian Kecamatan Tebo Tengah dan Kecamatan VII koto. Rawa-rawa tersebut terutama di sepanjang aliran sungai Batang Hari, Batang Tebo, Batang Tabir, Batang Langsisip, Batang Jujuhan, Batang Sumay. Panjang sungai yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) utama dalam Kabupaten Tebo adalah sebagai berikut: Sungai Batang Hari 300 Km, Sungai Batang Tebo 29 Km, Sungai Langsisip 23 km, Sungai Jujuhan 7 km, Sungai Tabir 52 Km, Sungai Sumay 70 Km. sungai dan kawasan rawa tersebut diatas dimanfaatkan disekitarnya oleh para petani, Perikanan Rakyat terutama Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kabupaten Tebo Memiliki penduduk sejumlah ± 224.944 jiwa dengan 75 % adalah petani, dengan sumber utama perekonomian pada perkebunan Sawit dan Karet. Selain perkebunan di dukung  juga terdapat Sumber Daya Alam berupa tambang baik itu Batu Bara, Minyak Bumi dan Tambang emas akan tetapi masih dalam skala kecil dan belum dikembangkan secara besar besaran. Selain  kaya akan sumber daya alam, Kabupaten Tebo juga berpotensi dikembangkan sebagai daerah perikanan tawar karena dilewati oleh sungai terbesar di Provinsi Jambi yaitu Sungai Batanghari  dan Sungai Batang Tebo.

Sejak Terbentuk Sampai sekarang Kabupaten Tebo telah mengalami beberpa kali pergantian Bupati dan Wakil Bupati, yaitu :

  1. Masa Bhakti Bupati Tebo Carateker (12 Oktober 1999-24 Mei 2001)
    Drs. H.A. Madjid Mu’az, MM dilantik sebagai sebagai Pejabat Bupati Kabupaten Tebo oleh Menteri Dalam Negeri Ad Interim di Jakarta. Tanggal 18 Oktober 1999 dilaksanakan acara pengantar tugas Bupati Tebo oleh Gubernur Jambi yang diwakili Wakil Gubernur Drs.H. Hasyip Kalimudian Syam, MM, yang diselengggarakan di Kantor Camat Muara Tebo pada tanggal 12 Oktober 1999
  2. Masa Bakti Bupati Tebo Periode 2001-2006
    Pada tanggal 16 Desember 2000 berdasarkan Surat Gubernur Jambi atas nama Presiden RI Nomor 483 Tahun 2000 sebanyak 30 orang anggota DPRD Kabupaten Tebo diambil sumpah atau janjinya oleh Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo, Sjofian Muchammad, SH. Sidang pleno DPRD kabupaten Tebo pada tanggal 9 Mei 2001 memilih pasangan Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM dan Drs. H. Helmi Abdullah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tebo untuk periode 2001 – 2006. Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM dan Drs. H. Helmi Abdullah dilantik oleh oleh Gubernur Jambi Drs.H. Zulkifli Nurdin, MBA atas nama Presiden pada tanggal 25 Mei 2001.
  3. Masa Bakti Bupati Kabupaten Tebo periode 2006-2011
    Pemilihan bupati dan wakil bupati untuk periode 2006 -2011 dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pilkada secara langsung untuk pertama kalinya di Kabupaten Tebo dilaksanakan pada tanggal 25 April 2006.
    Pelaksanaan pilkada tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, hal ini terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat di mana suara sah mencapai 83,45%. Dalam pilkada tersebut, Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM yang berpasangan dengan Sukandar, S.Kom, memperoleh suara 47,50%, mengalahkan tiga pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati lainnya.
    Pada tanggal 12 Juni 2006, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tebo terpilih, Drs.H.A.Madjid Mu'az, MM dan Sukandar, S.Kom, dilantik oleh Gubernur Jambi Drs. H. Zulkifli Nurdin, MBA atas nama Menteri Dalam Negeri di Aula Kantor DPRD Kabupaten Tebo.
  4. Masa Bakti PJ Bupati Kabupaten Tebo (20 Juni 2011 – 27 Agustus 2011)
    Proses Pemilukada yang menghabiskan waktu yang relatif lama, menyebabkan terjadinya kekosongan jabatan bupati, agar roda pemerintahan tetap berjalan, Gubernur Jambi menunjuk Ir. H. Haviz Husaini, MM sebagai Penjabat Bupati Kabuapten Tebo yang dilantik pada tanggal 20 Juni 2011 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.15-472 Tahun 2011 tentang pengesahan pemberhentian Bupati Tebo dan Pengangkatan Penjabat Bupati Tebo Provinsi Jambi tertanggal 16 Juni 2011. Sebelumnya, Gubernur Jambi menunjuk H. Abdullah SH, MM menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tebo.
  5. Masa Bakti Bupati Kabupaten Tebo periode 2011 – 2016
    Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo untuk periode 2017- 2022 dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2011 yang diikuti oleh 3 pasang kandidat yaitu H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM, H. Ridham Priskap, SH, MH,MM- Eko Putra HS, SH, M.Si dan Yopi muthalib, BBA, MBA - Ir. H. Sri Saptoedi, MTP. Dalam Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo tersebut pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011 – 2016.
    Pada tanggal 27 Agustus 2011, Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM atas nama Menteri Dalam Negeri RI melantik pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011 – 2016 di gedung DPRD Kabupaten Tebo.
  6. Masa Bakti Bupati Kabupaten Tebo periode 2017 – 2022
    Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo untuk periode 2017- 2012 dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2011 yang diikuti oleh 2 pasang kandidat yaitu Hamdi, S.Sos – Harmain, S.Sos, MM, dan H. Sukandar, SKom, MSi – Syahlan, SH . Dalam Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo tersebut pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Syahlan, SH., terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2017 – 2022, dengan perolehan Suara sebesar 55, 24 % atau sebesar 90.096.000 suara mengalahkan pasangan Hamdi, S.Sos – Harmain, S.Sos, MM yang memperoleh suara sebesar 44,79 % atau sebesar 73.000.000 suara.
    Hasil ini kemudian digugat oleh pasangan Nomor satu Hamdi, S.Sos – Harmain, S.Sos, MM ke Mahkamah Konstitusi, dan dalam sidangnya Hari Senin 03 April 2017 Mahkamah Konstitusi dalam Putusannya Nomor : 03/PHP.BUP/XV2017 memutuskan menolak gugatan sengketa Hasil Penghitungan Suara dalam Pilkada Bupati/Wakil Bupati Tebo 2017 bersama sama dengan 22 (dua puluh dua) Kabupaten / Kota yang lain.
    Pada tanggal 22 Mei 2017, Gubernur Jambi ZUMI ZOLA, MM atas nama Menteri Dalam Negeri RI melantik pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Syahlan, SH menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011 – 2016 di gedung Aula Kantor Gubernur Jambi bersama sama dengan pelantikan Bupati Sarolangun dan Muarojamb

2. LOGO KABUPATEN TEBO DAN ARTINYA

Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila
Kubah Masjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam
Pintu atau kotak-kotak pada kubah masjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan
Padi nan duo belas kapas  nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo
Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo
Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi
Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo
Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat, syara' dan Pemrintah
Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur, tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak
Galah dan Dayung, Galah adalah menunjukkan tekad untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif, Dayung adalah tanda kekompakan, kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama
Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat
Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial, jatidiri, masyarakat Kabupaten Tebo.
Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam hias Kabupaten Tebo.

3. POTENSI WISATA

Selain perkebunan, pertanian dan pertambangan yang masih terus dikembangkan, potensi ekonomi dari Pariwisata juga bias menjadi alternatif lain pengembangan kawasan ekonomi. Beberapa potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di kabupaten Tebo antara lain :

  • Kebun Raya Bukit Sari
    Areal hutan Bukit Sari terletak di pinggir jalan lintas Muaro Tebo – Batanghari – Jambi, merupakan hutan sekunder dengan vegetasi yang masih baik. Jenis pohon didominasi oleh pohon Plajau, Tenggeris. Meranti, Jelutung, Kedondong, Kenari dan Terap.
    Daerah terpanjang pinggir hutan sebelah timur, merupakan bekas perladangan yang sudah tertutupi oleh pohon-pohon pioneer seperti Mahang. Pohon merambat dari suku Annonaceae dan Glicenia serta pepohonan jenis paku dan anggrek juga dapat dijumpai disekitarnya.
    Di dalam kebun raya ini sudah dibuat jalan setapak untuk mempermudah kunjungan.
  • Danau Sigombak
    Terletak di Desa teluk jambu Kecamatan Tebo Ulu sekitar 30 km dari kota muaro tebo dengan luas lebih kurang 40 ha. Merupakan kombinasi danau alam dan buatan manusia. Danau ini terbentuk karena aliran sungai Bulian yang berbentuk lubuk yang diperluas untuk dijadikan dam yang berfungsi untuk membendung sungai Bulian. Ditengahnya terdapat pulau Sigombak yang dihuni berbagai satwa terutama kera. Pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan sambil menikmati panorama alam yang sejuk dan indah.
  • Makam Sultan Thaha
    Berada di Muara Tebo, 200km dari kota Jambi. Sultan Thaha Saifuddin adalah sultan terakhir keturunan Jambi (generasi ke-17 dari Putri Pinang Masak), dengan gelar Pangeran Ratu Jayaningrat yang gugur pada tahun 1904 dan dinyatakan sebagai pahlawan Nasional.
  • Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
    Taman Nasional Bukit Tiga Puluh memiliki ekosistem hutan hujan tropika daratan rendah dan merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan yang terpisah yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan. Ekosistemnya unik dan berbeda dengan taman nasional lainnya karena menempati kawasan perbukitan yang cukup curam ditengah dataran rendah dibagian timur Sumatera, diperbatasan Provinsi Jambi dengan Riau. Di wilayah Provinsi Jambi, terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (seluas 10.000 Ha) dan Kabupaten Tebo (seluas 23.000 Ha)
    Taman ini memiliki 59 jenis mamalia, 199 jenis burung dan 18 jenis kelelawar serta berbagai reptilian dan ikan. Hutannya didominasi oleh tumbuhan suku Dipterocarpaceae. Ada sekitar 1.500 spesies tumbuhan yang ada di dalam kawasan ini.
    Di dalam dan sekitar kawasan taman ini terdapat tiga suku tradisional, salah satunya Suku Anak Dalam yang juga disebut Orang Rimba. Mereka masih hidup nomaden dibelantara hutan Bukit Tigapuluh dalam wilayah Jambi yang mempunyai kelerengan cenderung lebih datar.
    Luas TNBT 127.698 ha dan sekitar 33.000 ha berada di wilayah Jambi. Taman Nasional ini merupakan kawasan hutan lindung yang mempuyai beragam jenis habitat tumbuhan dan binatang. Di dalam kawasan ini terdapat air terjun Katalo, beragam flora (660 spesies) termasuk 246 tumbuhan khas jenis flora langka, 59 spesies mamalia yang terancam punah dan rafflesia hasseltii (cendawan muko rimau).
    Dalam kawasan penyangga TNBT juga terdapat potensi objek wisata lainnya seperti air terjun Bulian Berdarah, air terjun Pancuran Gading, goa dan panorama Batang Sumay.