0813-6889-3303 kejari_tebo@yahoo.co.id

Kepala Intelejin

KEPALA SEKSI INTELIJEN KEJAKSAAN NEGERI TEBO

AGUS SUKANDAR, SH

Pria yang biasa biasa dipanggil “AGUS” atau “KANDAR” menghabiskan masa Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi di Lampung Selatan, pendidikan dasar di selesaikan di SD Merak Batik Tahun 1990, pendidikan menengah pertama diselesaikan pada Tahun 1994 di SMP Negeri Natar, Tamat pendidikan menengah pertama AGUS SUKANDAR muda melanjutkan ke pendidikan menengah atas di SMA Negeri Liwa sampai Tahun 1998.

Keinginan untuk mandiri dan tidak merepotkan beban orang tua serta cita cita menjadi Aparat Penegak Hukum membuat pria kelahiran Tanjung Karang 15 Agustus 1977 mencoba mencari keberuntungan dengan mendaftarkan diri sebagai pegawai Kejaksaan di Lampung. Setelah melalui rangkaian tes potensi akademis, psiko tes, tes fisik dan kesehatan, akhirnya diterima pada Tahun 2000 dan ditempatkan sebagai staff Tata Usaha pada Kejaksaan Negeri Kotabumi. Langkah awal menggapai cita – cita sebagai Jaksa terbuka lebar, pria bergolongan darah A ini kemudian tidak menyia-nyiakan untuk melanjutkan pendidikannya menempuh Strata I bidang Hukum sebagai syarat untuk dapat menjadi seorang jaksa. Sambil melaksanakan tugas sebagai staff Tata Usaha di Kejari Kotabumi, pria yang tinggal di Jl. Raya Natar No. 84 Merak Batik Rt.03 / Rw.01 Kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan ini melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhamadiyah selepas jam kerja. Kerja keras pria yang hobby main bulu tangkis berbuah manis, pendidikan strata satu dapat diselesaikan dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH) pada Tahun 2003, cita cita menjadi Jaksa semakin dekat.
Pada bulan September 2009, suami RENI OKTARINA dilantik menjadi jaksa dengan pangkat Ajun Jaksa Madya (III/a) dengan penempatan pertama di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, setelah mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa selama 6 (enam) bulan. Sekitar sebelas bulan kemudian tepatnya tanggal 27 Agustusn2010 diangkat menjadi Kepala sub seksi intelijen di Cabang Kejaksaan Negeri Kota Agung di Talang Panjang oleh karena jabatan eselon V Kepala sub seksi (kasubsi) . dihapuskan pada tahun 2011, maka AGUS SUKANDAR pun kembali menjadi Jaksa Fungsional di Cabang Kejaksaan Negeri Kotaagung di Talang Panjang.
Sepuluh bulan kemudian tepatnya bulan Oktober 2012, pemilik pangkat Jaksa Madya (III/d) ini diangkat menjadi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) pada Kejaksaan Negeri Kotaagung Propinsi Lampung selama satu tahun sebelas bulan. Kemudian bulan September 2014 dipindahkan menjadi Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Sukadana propinsi lampung sampai dengan bulan Mei Tahun 2016.
Bulan Mei 2016 sampai dengan oktober 2017 AGUS SUKANDAR diangkat menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu di Rengat, Propinsi Riau. Akhir November 2017 pemilik tinggi badan 165 Centimeter dan berat badan 80 Kilogram diangkat menjadi Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tebo Propinsi Jambi,
Pendidikan dan latihan teknis fungsional (DTF) maupun penidikan manajemen dan Kepemimpinan meliputi : Diklat Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) pada tahun 2009 dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tindak Pidana Terorisme dan Tindak Pidana Lintas Negara (TPTLN) Tahun 2012.
Penanganan perkara penting dan menarik perhatian masyarakat yang berhasil diselesaikan selama berkarir menjadi Jaksa antara lain
- Tindak Pidana Korupsi dalam program Kredit Komersial Bank BRI Cabang Rengat Propinsi Riau Tahun 2011 dengan
kerugian sebesar Rp. 1,5 Milyar ;
- Perkara Tindak Pidana korupsi dalam dalam program KKLK Bank BNI kepada KUD Rahayu Makmur Desa Bukit Lipai,
Kecamatan babung Cenaku, Indragiiri Hulu, Riau pada tahun 2017 dengan nilai kerugian sebesar Rp. 3,5 Milyar
- Perkara Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Tower Internet Desa di Kecamatan rakit Kulin Riau tahun 2017 dengan nilai
kerugian sebesar Rp. 1,140 Milyar ;
- Perkara Tindak Pidana Korupsi Penerbitan Surat Tanah di atas Kawasan Hutan di Desa Usul, Kecamatan Batang Gangsal,
Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, Tahun 2017 – 2013 dengan kerugian sebesar Rp. 600 Juta.