0813-6889-3303 kejari_tebo@yahoo.co.id

Kepala Tindak Pidana Umum

KEPALA SEKSI TINDAK PIDANA UMUM

HARYO NUGROHO, SH

Haryo Nugroho atau biasa dipanggil Haryo itulah nama yang diberikan oleh kedua orang-tuanya. Pria kelahiran Jakarta, 30 Juli 1983 ini berbeda dengan orang pada umumnya, umumnya orang lahir di kampung kemudian bersekolah dan bekerja di Ibukota Jakarta, tetapi Pria berperawakan tinggi besar ini menghabiskan masa anak anak dan masa sekolahnya di Ibu Kota Jakarta. Sekolah Dasar ditempuh di SD Trisula Jakarta dan lulus pada Tahun 1996, kemudian melanjutkan sekolah tingkat Menengahnya Pertamanya di SMP Negeri 216 yang diselesaikan pada Tahun 1999. Haryo remaja kemudian melanjutkan pendidikan Menengah Atasnya di SMUN 30 Jakarta pada Tahun 1999. 

Setelah menyelesaiakan pendidikan Menengah Atas, dengan berharap suatu saat kelak dapat berkarir sebagai Penegak Hukum dam Keadilan, kemudian pria berbintang Cancer ini melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta, yang diselesaikannya pada Tahun 2004.

Setelah menyandang gelar “Sarjana Hukum” dari Universitas Trisakti Jakarta, pria yang berpandangan bahwa hidup harus saling tolong menolong dan bantu membantu, karena menolong atau membantu meringankan beban orang lain akan membawa kebahagiaan tersendiri, sempat menekuni karir di bidang advertising (periklanan) di Jakarta, sambil terus menunggu kesempatan untuk berkarir sebagai Penegak Hukum dan Keadilan.
Pada akhir Tahun 2008, akhirnya apa yang dicita-citakan untuk berkarir sebagai Aparat Hukum dan Keadilan terbuka lebar setelah diterima sebagai CPNS Calon Jaksa dan ditempatkan di Cabjari Tanjung Balai Karimun (TBK) di Tanjung Batu, Kepulauan Riau. Pengalaman pertama hidup jauh dari orang-tua membuat pria yang hobby Travelling ini semakin dewasa dan banyak belajar tentang arti kehidupan, belajar tentang kodrat manusia sebagai makhluk social serta belajar bertanggung-jawab terhadap diri sendiri, pekerjaan, masyarakat bangsa dan negara.
Sekitar empat tahun kemudian, tepatnya bulan Maret 2014, suami dari Erica Dwi Pangesti yang dinikahinya pada bulan September 2013 mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) selama 6 (enam) bulan di Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan Agung RI, Ragunan, Jakarta Selatan.
Setelah dinyatakan lulus dan berhasil dalam mengukuti Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ), Bapak dua orang anak dari Al Ammar Abiyu (4 Tahun) dan M. Arsya Andana (3 Tahun) diangkat Dan dilantik menjadi Jaksa berdasarkan SK Jaksa Agung Nomor : KEP-I-1002/C.4/08/2014 tanggal 11 Agustus 2014 Dan ditempatkan sebagai Jaksa pada Kejaksaan Negeri Daik Lingga, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
Sebagai jaksa baru Haryo Nugroho dilibatkan dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Proyek Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH) Tahun 2011 dengan kerugian Ratusan Juta Rupiah.
Kemudian pada tahun 2015 menjadi Tim Jaksa Penuntut Umum Kejati Kepulauan Riau dalam perkara Tindak Pidana Umum penelantaran terhadap anak yatim piatu di Panti Asuhan RIZKI KHAIRUNISAH di Batam dengan Terdakwa Pemilik Panti Asuhan dan sempat viral di social media dan media massa serta menarik perhatian KPAI, UBICEF, LPSK dan lembaga social lainnya. Tidak hanya perkara tindak pidana penelantaran anak yatim piatu, perkara perkara lain seperti TIndak Pidana Kehutanan, Tindak Pidana Pelayaran, Tindak Pidana Perikanan, Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Tindak Pidana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia juga pernah disidangkan.
Setelah 1 (satu) Tahun Dan 11 (sebelas) Bulan, dan dianggap berhasil menyidangkan perkara menarik perhatian masyarakat, pria yang beralamat di Jl. Lubuk Semut Rt.002 / Rw.001 Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Kabupaten karimun Kepulauan Riau, kemudian berpindah tugas / mutasi ke Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, Kepulauan Riau berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor : KEP-IV-460/C.4/08/2016 tanggal 04 Agustus 2016.
Selama ditempatkan pada Kejaksaan Negeri tanjung Pinang Kepulauan Riau, perkara – perkara penting Dan menarik perhatian masyarakat juga pernah disidangkan oleh pemilik golongan Darah “O” ini, seperti : Perkara Tindak Pidana penyelundupan narkotika jenis shabu – shabu dan ekstasi yang melibatkan jaringan Internasional dari Malaysia dengan berat 90 (Sembilan puluh) Kilogram yang diletakan dalam 4 (empat) buah ban Mobil dan berhasil ditangkap oleh BNN Pusat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan pidana Mati. Selain Tindak pidana Narkotika perkara lain seperti Tindak Pidana Minyak dan Gas Bumi, TIndak Pidana Perdagangan, Tindak Pidana Kesehatan, Tindak Pidana Perlindungan Konsumen, Tindak Pidana pangan dan sebagainya juga pernah ditanganinya.
Atas keberhasilan berbagai penanganan perkara di Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, kemudian berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-IV-284/C.4/05/2018 tanggal 14 Mei 2018 Haryo Nugroho mendapatkan promosi menjadi Kepala Seksi Tindak PIdana Umum pada Kejaksaan Negeri Tebo, Provinsi Jambi menggantikan Nur Solikhin, SH yang dialih-tugaskan menjadi Kepala Seksi Perdata Dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri Sampang Jawa Timur.